
Pemerintah boleh menjelaskan alasan-alasan yang masuk akal mengapa gas terutama gas bertabung 3kg meledak di beberapa tempat di negeri ini. Semua alasan pemerintah bisa saja masuk akal tetapi masuk akalnya ini hanyalah terutama untuk pemerintah bukan untuk masyarakat. Apa yang benar pun dari perkataan pemerintah sudah menjadi keraguan bagi masyarakat.
Tabung gas telah menjelma menjadi teror dan momok yang menakutkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Energi gas yang semestinya mempermudah kehidupan masyarakat justru memunculkan masalah serius.gas mestinya bukan hanya dengan biaya yang lebih murah tetapi juga berbagai keuntungan lainnya, termasuk kebersihan dan praktisnya penggunaan gas ketimbang menggunakan minyak tanah.
Harga jantung berdebar-debar itu mahal,orang lebih rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk beli minyak tanah dan kayu bakar daripada memasak dibayang-bayangi teror ledakan yang mematikan.
Masyarakat tetap beli minyak tanah walau mahal itu pun kalo ada. Kalau tidak ada, mereka akan cari kayu bakar. Beberapa ibu-ibu dengan siapa saya mengobrol saat antri minyak tanah bilang bahwa lebih baik mereka beli minyak tanah walau sangat mahal daripada jantung mereka berdebar-debar mempergunakan kompor gas apalagi yang bertabung 3kg itu. Walau ada penjelasan bahwa kompor gas itu aman kalau cara memakainya benar dan barangnya bagus, mereka sulit percaya.
Ledakan kompor gas memang tidak digerakkan oleh kelompok fanatik tertentu, namun sangat terkait dengan sebuah desain kebijakan ekonomi dan politik. Korbannya pun sebagian besar bukan orang asing ataupun pejabat negara, melainkan rakyat miskin yang terbiasa dengan kehidupan ekonomi pas-pasan; rumah tangga miskin, tukang gorengan, tukang bakso, tukang mie ayam, warung makan sederhana, dan lain sebagainya.
Jika mau dibanding-bandingkan, ledakan kompor gas setiap hari di Indonesia tidak kalah menakutkan dibanding aksi bom para teroris, atau bahkan bila dibandingkan dengan serangan bom bunuh diri di Irak dan Afghanistan. Jika yang disebut terakhir memang terencana dan ditetapkan pada sasaran tertentu, maka ledakan kompor gas tidak terencana dan dapat mengarah kepada siapapun.
Tabung Gas Elpiji Bagai BOM WAKTU YANG BISA MELEDAK KAPAN SAJA...Berhati-hatilah...
Ya mungkin kita harus kembali lagi ke Zaman dulu menggunakan kayu bakar.Dari pada takut, Mungkin Anda berani menggunakan gas..Tetapi untuk sebagian Ibu-ibu ada yang ga berani menggunakan Tabung gas elpiji.
Source from : Dari Mana-mana
Ada Bom Waktu Di Dapur Rumah Anda !!!
Labels:
Tentang Hidup
Akses Blog Via Ponsel
http://nagapasha.blogspot.com/?m=1


34 comments:
Jadi siapa yang salah tub sob??...Pemerintah atw masyarakatnya ...
wah sob !!!
klo soal dapur saya bukan jagonya !!!
kompor minyak ajha udah saya buat terbakar, apalagi problem yang ini !!!
smoga masalah ini cepat teratasi y sob !!!
hiii... bener juga sobat... bom sekarang ada di rumah kita...
Benar banyak tabung gas 3 kg yang meledak! Pemerintah harus tanggung jawab seratus persen setiap terjadi ledakan karena tabung ini!
Kasian mereka jatahnya sekarang banyak yang dijual Rp 100.000 plus kompornya karena takut meledak, akhirnya yang punya duit yang menikmati harga gas tabung 3 kg. Terus yang disubsidi siapa!
Prihatin yah tiap mendengar berita seputar gas meledak di televisi. Terutama bagi masyarakat yang hidupnya pas-pasan... :(
pemerintah harus memperbaiki fasilitas elpigi 3 kg, dan juga harus memperktat pengawasan dan menindak dgn tegas para pelanggar. Ini urusan nyawa manusia!!!
Perlu dievaluasi dan diberikan kemananan yang memenuhi standar biar tidak terulang lagi banyaknya kasus ledakan gas LPG.
Salam ukhuwah
gila.. dirumah kita seperti nyimpan bom waktu yang setiap saat bisa meledak
wah ganti aja ke minyak tanah..suadah..biar gak banyak korban lagi
hii ini mah teroris model baru..wkwkwk..untung aq pake yg tabung 12 kg, so far aman2 aja
memang saat ini banyak sekali gas yg meledak dan itu sangat berbahaya bagi kita....
wah, aku hrus cpet2 blang mama nui.
hahahaha
bgus postingannya sob.
sukses sllu.
mampir lagi ni..oya ada sesuatu tu buat sobat...jemput ya....apaan tu???
salam kenal dari sahabat blogger, semoga sukses selalu...
setuju.. mama aku juga gamau pake tabung gas, sampe sekarang masih pake kompor minyak tanah aja, biar g takut meledak..
Emang bener tuch Gan..
susah nyari orang bener&baik. :D
para pemimpin gag mo mkirin rakyat.. :(
Pengamanan sendiri sangat diperlukan... biar gak kebakaran... enak didesa banyak kayu bakar...
kita hendaknya berhati-hati dan selalu mawas diri hendaknya
iya gan mamaku juga jadi takut ma kompor gas itu...
hmmmm product pemerintah kok jelek semua yah... mulai dari undang undangnya, polisinya, sampai tabung gasnya..!!
Nyawa manuasia sudah semakin berkurang harganya... banyak yang korban akibat keserakahan... :)
kenapa sih minyak tanahnya dihilangkan...
jadi riweuh weh...
mungkin karena gratisan...kualitas jelek.. modal dikit donk masyarakatnya supaya beli tabung yang 11kg
Sebenarnya hal ini salah siapa? Kasihan mereka yg jadi korban
pemerintah mungkin mau membunuh sedikit demi sedikit rakyat miskin ya...
Maksud pemerintah bagus sich, tp sayang di salah gunakan oleh pihak yg tak bertanggung jawab, lagian masyarakat belum faham bener tentang penggunaan gas LPG.
Salam Sukses selalu Sob...!
salam kenal..Sob..kunjung balik ya!
seharunya pemerintah itu harus lebih jekas dalam memperhatikan elpiji terutama yang tigak kilo itu, makasih banyak atas infonya semoga bermanfaat
iya betul banget tu...
v terkdang kesalahan kita uga pada saat pasang regulator'y....
Salut !!! For the pleasure readers, this site is number one. Thanks for admin that serve a lot of great articles. Google will love visit here.
So sorry if maybe I'm so annoying that always come here, but in returns I will give you bookmark. Thanks a lot admin..
Waahhh...
Ternyata d dapur rmah kta ada Bom...harus Lebih hati" nich....
Thanks for share...
Poskan Komentar